Artikel Terkait Puisi ,
Hu Ha Hu Ha
dari sebagian kami:
golongan yang rajin bersumpah
atas nama Tuhan
tetapi,
korupsi terus dilakukan
atas nama kemajuan
yang dicatatkan dalam
undang-undang nomor sekian
dan terus berulang
dari sebagian kami:
yang tersohor di dunia
sebagai insan pendosa
yang rajin mendekati Tuhan
dengan doa-doa
tetapi abai dengan kerusakan
hu
dalam bahasa kalbuku
tangis merayu, duka menunggu
inilah zaman penghabisan
negeri subur kemiskinan tak terukur
ha
maafkanlah kiranya
bibir yang pandai berdusta
tangan yang rajin merusak
pikiran yang berlaku nista
hati yang dipenuhi noda
hu
dengarkanlah lirih pinta
berikanlah rahmat-Mu
yang agung dan menjadi tuju
sebab dari sebagian kami
menzalimi diri dengan ingkar
ha
sucikanlah hati kami
yang tersesat glamor dunia
dengan sentuhan kasih-Mu
agar lapang mendengar azan, lapang menerima nasihat, lapang menjaga lisan, lapang saling memaafkan, dan lapangkanlah nurani kami.
sebab kami tanpa daya
tanpa kehadiran-Mu
ya Rabbi...
Demak, 31 Maret 2026
Bermalam di Dieng
kabut dingin dan embusan angin, meredupkan dayaku
mengingat yang tidak lagi utuh, antara diri dan bayangmu
sebab terlalu lama
hilang pendar
menjelma asing
_jam-jam petualangan, tunduk di palung kesunyian_
o retak kisah
patah kata-kata
terangkum hikmah
janji melayang & rapuh merindu
yang pupus
mimpi putus
sedihnya kiranya
ditinggalkan & meninggalkan
duka mewujud
batu yang dilemparkan
ke jantung danau
ke isak kalbu
debar menuju
mungkin sesekali, hendak diziarahi
bayang cumbu endapan kasih
turun dari perbukitan
lama sekali terkenang
sari berparas ceria
di hatinya abadi luka
larut ke pancuran tiba
kabut semakin putih
tiba di lembah-lembah
menyentuh tubuh jiwaku
seperti hendak menandai
waktunya kerapuhan tandas
berganti lain kisah, tahap demi tahap
muncul dalam samadi
lalu kita, demak & dieng
menjadi satu-satunya rahasia
yang tembus ke bayang
menurun kabut perlahan
bimbang
Demak, 4 April 2026
Ramadan di 2026
dunia diambang suram
masihkah iman menjaga kewarasan, dan
suasana hati tersentuh ayat-ayat suci?
dunia dikepung kesedihan
masihkah ied merayakan gembira di badan?
o, kasih-Mu di sepertiga malam, mengusir getir, melemparkan resah, dan aku jatuh.
masih 7 hari keteguhan
puasa tubuh, puasa jiwa, puasa hati, puasa kata-kata,
menembus babak demi babak kerahasiaan
mata basah
hati pasrah
di keagungan nama-Mu
aku tundukkan kerelaan
sebab dari balik kesedihan
akan muncul sinar kebahagiaan
pasti tergariskan
tak luput menziarahi waktu
masa lalu
ada yang berlaku
dan berlalu
maka atas nama ramadan
tak peduli dunia suram atau kesedihan
kita layak jadi pemenang
di akhir-akhir waktu, ramadan milik-Mu, juga tubuhku...
Demak, 12 Maret 2026
Tentang Penulis


Komentar
Posting Komentar