Puisi-puisi Eka Yuli Andani; DI BAWAH POHON TREMBESI

Artikel Terkait Puisi ,



DI BAWAH POHON TREMBESI

 

Kami di persatukan dengan ikatan

Duduk berjenjang depan-belakang

Kau gelar karpet keriput cokelat di tanah kerikil ini

Sayup sepoi pepohonan pun berdendang

 

Di bawah pohon trembesi

Tiga patriot melayangkan pusaka emasnya

Didirikan tenda berpayung

Mereka anggun dengan lentik jemari

 

Di bawah pohon trembesi

Pesona raya danau hijau di sebelah mengamuk

Kapal melaju di dorong anak kecil tanpa nahkoda

Meluapkan air sampai ke tanah darat

Dan aku hanya bisa berargumentasi

 

Bale Kemambang, 27 Oktober 2019

 

 

 

 

 

 

 

ILUSI PARIS UNTUK CANDRA

               

Di sepanjang jalan champs elysees

Mobil berlalu-lalang

Lampu menebar gemerlap

Dan aku masih sibuk menunggu candra yang elusif

Padahal langit semakin gelap

Hingga angin terus menerus mengusirku

Untuk masuk ke dalam maison pradier

Tapi hati menolaknya

                                        

Di sepanjang jalan champs elysees

Layar ponselku menampilkan pesan

Kubaca, “wulan”

Kupandangi lebih dalam; candra

 

Tepakan lembut mendarat di pundakku dan

Bisikan lirih menyentuh kalbu

Kau hadir candra,

Mengembalikan bintang yang bersembunyi

Melukiskan senyuman penantian

Sampai tercipta bayangan dua hati di jalan champs elysees

Tertabur kehangatan; cinta

 

Banjarnegara, 29 Februari 2020

 

 

 

 

 

 

 

Perempuan Penabur Resah

 

Di dalam rumah budaya tersusun kursi panjang melingkar

Di depannya sepasang mimbar dan kau berdiri dengan gagah

Terbalut kemeja putih celana hitam menyapa kerumunan massa

Di antara sepasang mimbar itu kau bercerita mengenai pertemuan

Di sebuah pinggir jalan bertabur kenangan yang menggoreskan tawa

Seketika langit menenun rinai hujannya

Memisahkan sebidang papan dengan tukangnya

Memisahkan mobil dengan sopirnya

Kau dengan perempuan tanpa menyisakan  kehangatan

                               

Di dalam rumah budaya sajak rindu kau lantunkan

Menepis waktu yang telah mempropagandakan jiwa

Hingga membalas takdir

Matamu tertuju pada perempuan lesung di pipinya

Ia terpancar lampu yang menebar kemesraan

Seketika kau genggam dan membawa sukmanya

Menjuju pusat kota impian

Di sanalah kau balas nasib kerinduan

 

Banjarnegara, 8 Maret 2020

 


Tentang Penulis

Eka Yuli Andani, kelahiran Klaten, 15 Juli 1999. Beralamat di desa Tanjungtirta, Rt 03/02, Punggelan, Banjarnegara. Merupakan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan bergiat di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP) IAIN Purwokerto. Beberapa karyanya telah tersiar di media online dan cetak. Anugerah penulis tahun ini dalam dunia kepenulisan ialah: 100 terbaik Lomba Cipta Puisi ASEAN 2020, 3 terbaik Resensi Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Purwokerto 2020, dan 2 karyanya lolos Antologi Puisi Khas Sempena Pertemuan Dunia Melayu Pontianak 2020. HP; 082324478916, Fb; Eka Yuliandani.


Komentar