Penderita Halusinasi Yang Menginspirasi

Artikel Terkait Essay ,






Administrator Akar Ranting Daun - Weh, kali ini Mimin mau bahas soal yang lagi viral boleh lah ya. Belakangan ini kita dihebohkan sama berita munculnya Keraton Sejagat di Purworejo, Sang Raja dan Ratu yang melakukan ritual kirab ternyata menjadi sorotan warga hingga mereka dan para pengikutnya dilaporkan ke pihak yang berwajib karena dianggap meresahkan.
Oke Sahabat Akarrantingdaun, Mimin singgung mengenai Halusinasi ya...

Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat seseorang mendengar, merasa, mencium aroma, dan melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada. ... Seseorang disebut berhalusinasi ketika dia melihat, mendengar, merasa, atau mencium suatu aroma yang sebenarnya tidak ada. Hal-hal ini hanya ada di dalam pikiran mereka. Ini arti Halusinasi yang Mimin cari lewat Mbah Google.


Pasien dengan sindrom tersebut merasa melihat objek atau bagian tubuh mereka lebih kecil atau besar daripada ukuran sesungguhnya. Atau bahkan dalam bentuk lain. Mereka juga memaknai waktu secara berbeda.Sindrom langka tersebut diyakini disebabkan oleh infeksi virus, epilepsi, sakit kepala migrain, dan tumor otak. Studi juga menunjukkan bahwa aktivitas abnormal di bagian korteks visual -- yang menangani informasi mengenai bentuk dan ukuran benda-benda-- dapat menyebabkan halusinasi.Meski demikian, referensi tentang sindrom tersebut muncul dalam artikel yang ditulis ahli saraf Amerika Caro Lippman. Dokter itu menyebut soal pasien yang dilaporkan merasa pendek dan lebar saat ia berjalan dan merujuk pada "Alice's Adventures in Wonderland" untuk menjelaskannya.  






Tetapi ada lho Halusinasi yang menumbuhkan inspirasi bagi pelaku kemudian menelurkan sebuah mahakarya yang dikenal hingga saat ini. Yap.... 

Tahu gak, Sahabat Akarrantingdaun? Sebuah animasi Alice in Wonderland? Lewis Caroll yang merupakan pengarangnya, diduga mengalami sindrom neurologis ini.  ditandai dengan persepsi aneh dan terdistorsi tentang waktu dan ruang. Mirip apa yang dialami Alice dalam "Alice's Adventures in Wonderland" karya Lewis Carroll.



Ahli jiwa asal Inggris, John Todd diakui menjadi yang pertama mendeskripsikan kondisi ini dalam artikel yang dipublikasikan dalam  Canadian Medical Association Journal pada 1955. Itu mengapa kondisi itu juga disebut sebagai Todd's syndrome.



Nah... Inpired banget kan? Lewat animasi yang difilmkan beberapa kali ini, pundi-pundi uang juga mengalir ke pengarang lho, Sahabat. Tertarik mengalami halusinasi semisal Lewis Caroll ini? Asal jangan berujung di kerajaan baru bernama ‘bui’ mirip Raja dan Ratu sejagat yang lagi viral itu lho ya? Hehehe


Salam manis dari Admin.




Komentar