Puisi-puisi Nur Iskak; Tak Lebih Besar dari Kotamu

Artikel Terkait Puisi ,





Itu Kota Rindu

Kota yang hampir kusebut
       masa lalu




serupa hantu
kerap menyelinap masuk,
di kota itu kita pernah saling rengkuh
saling menjauh
bertatap muka tanpa sentuh
tak bersapa, tetapi butuh
kota yang pernah kusebut cinta
ia tumbuh
tidak terlalu gemuk
apalagi tinggi kurus, tak terurus

kota itu
kini bersolek seperti gadis perawan teman sekolah dulu
padahal ia sudah tua, lebih sepuh dari gedebog bosok
tapi tak mengurai dengan tanah

suatu kali kudatangi kota itu
tetapi asing di mata
limbung langkah

tiba-tiba sedihku pecah, tumpah
setiap kali nama kota itu disebut
aku mengenangnya penuh haru
saat mengunjunginya meski tak tentu
inikah yang kusebut dengan
kota cinta pertama?

.
25 Januari 2020


Yang Asing

aku asing dengan kota
yang hampir selalu siang penuh penerangan
tetapi tak tumbuh dalam keteduhan
semua dibangun
semua dihias
berbenah sedemikian rupa

aku di sini,
memandang sawah garapan terjepit pabrik, 
terhimpit pertokoan

aku di sini,
meraba semua kenangan yang timbul tenggelam
aku yang asing dengan kotaku sendiri
padahal aku lekas mendamai pada pulang
.
25 januari 2020


Tak Lebih Besar dari Kotamu

kotaku kecil saja
tak lebih ramai dari kotamu
kotaku kota kecil saja
dilingkari jalan
dikungkung laut juga persawahan

kotaku kota kecil saja
tak terlalu ramai penuh keriuhan
di dalamnya tinggal anak muda sibuk belajar
orang tua tekun penuh kearifan
ada juga yang khusyuk dalam kajian, 
katanya lagi memperkokoh iman

kotaku kota kecil saja
meski tak sedikit yang nongkrong di warung-warung
sesekali membicarakan masa depan
meski tak sedikit melepas hasrat di tempat hiburan
kotaku tak lebih besar dari kotamu
tak juga lebih terkenal dari kotamu

tetapi, di kotaku
orang-orang sibuk
hilir mudik ke sini
orang-orang senang sekali ke sini
dulu aku bingung
kenapa mereka suka sekali ke sini
tidak terkecuali pejabat dari pusat
"Ada orang suci, dulunya," kata simbahku
"Ada orang-orang agung berkumpul di sini,  dulunya," kata simbahku lagi
"Tanah ini tanah keramat, Lee... " kata simbahku juga

dulunya
dulunya
dulunya
kata simbahku lagi dan lagi

ooo.... 
pantes saja
ucapku sambil berusaha menyambung kembali kepala orang-orang dengan badannya

kotaku kota kecil saja
tak lebih ramai dari kotamu
tetapi orang-orang dari kotamu senang sekali berkunjung ke sini
berziarah
ngalap berkah
katanya
.
25 januari 2020


Biodata Penulis

Nur Iskak
. Lahir 15 pebruari 1983 di Demak,  bermukim di Brebes. Dapat ditemui di akun facebook Jatindriya


Komentar