Puisi-puisi Eka Yuli Andani; Untuk Gus

Artikel Terkait Puisi ,



UNTUK GUS

 Ampun, Gus. Hari ini aku masih kenyang
Tak butuh lagi satu dua tiga suapan.
Kataku pada secarik masa lalu



Aku pejamkan mata
kawanan jangkrik  mengejek dengan nyanyiannya
angin pun datang, bermuara pada wajah
dering arloji mengguncang bawah sadar
kubuka, kuraba, lembaran yang mulai berdebu

kini dengan kokok nya, ayam kumandangkan suara yang entah
namun cukup tentramkan langit hingga warna mengabu

lalu aku bertanya
Masih pantaskah diri ini menghadapmu, Gus?
tersebab nantinya bukanlah tempat pelampiasan derita semata
bukan pula sebagai sandaran nafas belaka
tapi sebagai lampu-lampu ketika Tuhan memadamkan matahari
ya, saat Sang pemilik kehidupan menenggelamkan matahari
saat itu kakiku pun ingin melangkah 
tanpa duri
“Padam darimu pula, Gus...”

Purwokerto, 1 Oktober 2019




Penghujung Hari

Tak lagi aku dengar gemuruh terompet
akhir tahun ini
pun warna-warni di langit sebagai isyarat pergantian
yang aku lihat anak-anak tertawa
berlari lepas
tanpa dosa

dalam gambaran itu
ada yang masih dikerangkeng orang tua
atau ibarat belum lepas dari sapih sang bunda
tapi,
ada juga kegembiraan meluncur bak papan skate board di pulau salju
pepohonan dengan desiran gasir di akarnya
bintang yang tak sudi melepaskan pandangan pada bumi

cukuplah tanah perpijakan menjadi saksi
sebuah pertanggungjawaban manusia
di penghujung hari

Tanjungtirta, 1 Januari 2020



DI BALIK SENJA; AKU PEREMPUAN

Suara itu datang kembali
melintasi cahaya lurus
padahal secarik senja di sore ini
telah saja mengalunkan bait lagu
namun
jingga itu kupandang terlalu geram
membuat senyum di wajahmu, purna
Suara itu datang kembali
melintasi cahaya lurus
tinggalkan sebuah kata; namamu



Banjarnegara, Januari 2020
Banjarnegara, 5 Januari 2020



TENTANG PENULIS

Eka Yuli Andani, lahir di Klaten, 15 Juli 1999. Beralamat di desa Tanjungtirta Rt 03/02, Kec. Punggelan, Kab. Banjarnegara. Merupakan mahasiswa IAIN Purwokerto Pendidikan Agama Islam serta bergiat di Sekolah Kepenulisan Sastra Peradaban (SKSP). Beberapa karya puisinya telah tersiar di media online dan cetak.  
Penulis bisa dijumpai di akun sosial media Ig: ekayuliandsweet15, Fb: Eka Yuliandani.

Komentar