Artikel Terkait Puisi ,
tidak ada lagi tiada
hanya doa menyorong-nyorong hampa
seperti moncong senjata.
seperti mekar bahaya
kelopaknya darah dan cahaya
langit gugur
segala yang kusiram takabbur
2016
Kepulangan II
marwah rumah
tadah atau jadah?
tentu saja sejadah
lebih tabah daripada tubuh
lebih rubuh daripada ruh
2014
Pemijah Awan
ibuku yang mengaku menawan
melahirkanku serupa bayi awan
putih dan tak tercemar
langit ayah gemar padaku
katanya aku akan layu tanpa ibu
sebab ibu hujan
sementara ayah sekadar muasal gelantungan.
monyetkah aku?
bukan,
sebab kau bayi awan bukan bayi ilmuan
tidurmu tidak di hutan, tapi di mata Tuhan.
2016
Jalan
kaki tak berhati
berjalan berjejalan
menuju kehilangan
pada tapak sendiri
tampak hakkul hakiki
2014
Confession
aku jatuh cinta pada dosa
yang tak sanggup dihapus langit
saat apel begitu saja menggelinding
mengganjal dalam laring.
Anfa,
tahukah kau jantungku lelah luka,
sebelum dicipta Aha!
Januari 2020
Tentang Penulis:

Muhammad Asqalani eNeSTe. Kelahiran, Paringgonan, 25 Mei 1988. Juara 2 Duta Baca Riau 2018. Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris - Universitas Islam Riau (UIR). Mengajar Bahasa Inggris di Smart Fast Education dan Edwar Course & Private serta menjadi mentor Kelas Puisi Online (KPO) di bawah naungan WR Academy. 1 Januari 2019 buku puisinya berjudul "doksologi" memenangkan Sayembara Buku Fiksi, Komunitas Menulis Pontang - Tirtayasa (Komentar).

Komentar
Posting Komentar